Tampilkan postingan dengan label Bibliologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bibliologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Februari 2014

Hubungan Proses Pewahyuan dengan Karunia Melakukan Mujizat



Pewahyuan adalah penyataan dan penyingkapan Allah kepada manusia. Dari manusia pertama sampai pada saat ini, Allah telah menyatakan diriNya melalui berbagai hal kepada manusia. Melalui penyataan-penyataan ini, Dia menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan yang tidak diketahui oleh manusia. Melalui penyingkapan ini, Allah menginginkan manusia dapat mengetahui bahwa ada Allah yang Mahakuasa, Mahasuci, dan Mahakasih yang telah menciptakan langit dan bumi. Selain itu Dia juga menginginkan manusia mengenalNya dan mengetahui rencana-rencana khusus yang direncanakannya bagi manusia. Proses pewahyuan direncanakanNya secara progresif yakni dari sederhana sampai kepada yang paling sempurna.

Tulisan ini membahas hubungan proses pewahyuan dengan karunia melakukan mujizat. Di dalam PB, firman Tuhan mencatat ada orang-orang khusus yang mendapat karunia ini. Mereka melakukan hal-hal yang luar biasa di dalam pelayanan. Tetapi pertanyaan penting untuk hal ini adalah : “Apakah karunia ini masih ada sampai sekarang?”. Dengan pertanyaan ini, penulis membahas dan menjawab dalam hubungannya dengan proses pewahyuan.

Kesalahan Kelompok "Yahweh"



Kelompok YAHWEH adalah sebuah kelompok yang dilatarbelakangi oleh gerakan internasional kebangkitan Yahudi (Zionisme) pada abad ke-19. Gerakan ini pada mulanya bersifat politik untuk mendirikan negara Yahudi di Palestina (Erets Yisrael). Tetapi dari gerakan ini juga menghasilkan aliran-aliran yang menekankan Religious Zionism. Salah satu dari aliran ini ialah sebuah kelompok yang ingin mengembalikan pemakaian nama YHWH sebagai nama diri Tuhan. Aliaran ini berkembang di Amerika dengan berbagai nama gereja, diantaranya Assemblies of Yahweh (1960), Yahweh’s Assemblies in Messiah (1980), Yahweh’s New Covenant Assembly (1985), dan Yahweh’s Assembly in Yahshua (2006). Mereka berusaha menjaga kesucian Sabat dan makanan, merayakan bulan baru dan hari-hari raya Yahudi, menolak Trinitas, dan mengganti kitab Suci yang memuat nama-nama Lord, God, dan Jesus dengan nama-nama Ibrani yaitu Yahweh, Elohim, dan Yahshua.