Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia (Galatia 1:8)
Iblis memberitakan Injil? Ah masa sih. Mungkin itulah reaksi kebanyakan orang Kristen jika ditanya
mengenai hal ini. Tetapi, rasul Paulus di abad pertama tidak menganggap remeh keikutsertaan Iblis
dalam pemberitaan Injil – yang tentunya adalah untuk mengacaukannya. Ketika orang-orang percaya
di Galatia disusupi oleh pengajar-pengajar palsu yang isi beritanya bahwa keselamatan memerlukan
sunatan, Paulus sangat marah dan sedih. Ia tahu bahwa berita keselamatan (Injil) adalah berita
terpenting di bumi ini, dan adalah satu-satunya harapan bagi manusia berdosa. Memberitakan Injil
yang menyimpang adalah bagaikan memberikan harapan dan pertolongan palsu. Oleh sebab itulah
Paulus mengucapkan 'anathema' yang keras terhadap barangsiapa yang mengabarkan “injil” yang lain,
yang bukanlah Injil sejati.